"Cerita tentang orang-orang yang membangun website ini"
TENTANG PROYEK INI
Ada yang bilang, sejarah adalah guru terbaik. Tapi bagaimana jika sang guru berbicara dalam bahasa yang sudah tak lagi dipahami generasi baru? Website ini lahir dari keinginan sederhana: membuat sejarah Konferensi Asia Afrika lebih mudah diakses, lebih hidup, dan lebih dekat dengan generasi muda.
Kami percaya bahwa warisan sejarah tidak harus terasa kuno atau membosankan. Di balik setiap artefak, ada cerita. Di balik setiap foto hitam putih, ada mimpi besar para pendahulu bangsa. Dan cerita-cerita itu layak diceritakan ulang dengan cara yang lebih segar, lebih modern, namun tetap menghormati esensinya.
Sejak September 2025, tim LS Team bekerja sama dengan Sahabat Museum Konferensi Asia Afrika untuk merancang ulang pengalaman digital museum ini. Dari riset awal hingga baris kode terakhir, setiap keputusan diambil dengan satu pertanyaan: "Apakah ini akan membuat pengunjung lebih tertarik dengan sejarah?"
Karena pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Yang paling penting adalah bagaimana kita menggunakannya untuk menyambungkan masa lalu dengan masa kini.
PERJALANAN WEBSITE
Inisiasi Awal
Website pertama dikembangkan oleh Klab Journativist, membuka era digital SMKAA.
Aplikasi Sahabat Museum
Pengembangan aplikasi Sahabat Museum (sahabatmuseum.app) oleh Klab Sahabit untuk meningkatkan interaksi dan engagement dengan pengunjung museum.
Pembaruan Modern
Pembaruan website oleh LS Team dengan teknologi terkini, menghadirkan pengalaman digital yang lebih modern, interaktif, dan user-friendly.
Peluncuran Resmi
Pada 21 Januari 2026, website SMKAA resmi diluncurkan dan dikelola oleh admin SMKAA untuk memberikan informasi terkini tentang museum.
Progress Pengembangan
Sept 2025 - Jan 2026Research & Planning
Riset kebutuhan pengguna, analisis, dan perencanaan arsitekturDesign & Development
Design UI/UX, pengembangan frontend dan backendTesting & Refinement
Quality Assurance, optimasi dan perbaikan berdasarkan feedbackLaunch & Handover
Peluncuran resmi dan serah terima dokumentasiOrang-orang dibalik proyek ini
Enam kepala, satu visi. Mengubah baris kode menjadi pengalaman yang bercerita.
"Sejarah bukan hanya tentang masa lalu, tapi
tentang bagaimana kita menceritakannya
untuk masa depan"