Memuat halaman klab...
Memuat halaman klab...


Klab abada berdiri pada tahun 2012 di Museum Konperensi Asia Afrika oleh Sahabat Museum Konperensi Asia Afrika (SMKAA). Abada adalah singkatan dari Asia Barat Daya, yang juga diambil dari kata "Abadan" yang berarti selamanya atau abadi. Berawal dari diskusi dan rapat pembuatan klab dengan teman-teman tutor lainnya untuk merealisasikan cita-cita SMKAA dan MKAA, yaitu meningkatkan pemahaman masyarakat umum khususnya generasi muda pada nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan pada peran Asia-Afrika dalam konteks KAA 1955, khususnya pula pada pemahaman akan dinamika sosial...
undefined Klab Abada
Klab abada berdiri pada tahun 2012 di Museum Konperensi Asia Afrika oleh Sahabat Museum Konperensi Asia Afrika (SMKAA). Abada adalah singkatan dari Asia Barat Daya, yang juga diambil dari kata "Abadan" yang berarti selamanya atau abadi. Berawal dari diskusi dan rapat pembuatan klab dengan teman-teman tutor lainnya untuk merealisasikan cita-cita SMKAA dan MKAA, yaitu meningkatkan pemahaman masyarakat umum khususnya generasi muda pada nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan pada peran Asia-Afrika dalam konteks KAA 1955, khususnya pula pada pemahaman akan dinamika sosial budaya negara - negara di kawasan Timur Tengah.
Klab abada merupakan klab yang bertujuan mengembangkan bakat dan kemampuan seluruh masyarakat umum pada kajian bahasa, seni budaya, serta hubungan internasional bagi negara-negara Asia Barat Daya yang menjadi delegasi KAA (konferensi Asia Afrika). Klab ini dinaungi oleh Komunitas Sahabat Museum Konperensi Asia Afrika (SMKAA). Ciri khas dari klab Abada adalah bahasa Arab karena bahasa ini merupakan bahasa yang digunakan oleh hampir sebagian negara-negara asia barat daya yang mengikuti KAA. Pendiri dan pengajar pertama adalah Ahmad Makhrus, Fadilah Hasanah, Imam Taufik Lubis, dan Wisnu Azi Firdaus.
Menjadi wadah bagi masyarakat umum untuk mengenal bahasa dan budaya dari negara-negara di Asia Barat Daya.





